Senin, 06 April 2009

Nutrisi Yang Dibutuhkan Di Usia Balita



Di usia balita, anak membutuhkan nutrisi yang tepat dan seimbang. Karena di usia inilah tubuh dan otaknya berkembang secara pesat. Usia balita adalah usia-usia yang sangat kritis dan karenanya nutrisi yang Anda berikan pada si Kecil perlu Anda perhatikan secara seksama. Apakah nutrisi yang berguna untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan otak dan tubuh balita? Mari kita dalami di bawah ini. 

Makanan menyediakan energi dan nutrisi yang diperlukan balita agar ia tetap sehat. Yang Anda perlu perhatikan di usia-usia ini adalah:

• Pastikan balita Anda mendapat zat besi yang cukup.

• Anak-anak usia 1-3 tahun membutuhkan kalsium sebesar 500 mg per hari 

• Makanan yang berserat dibutuhkan setelah usia 3 tahun karena dapat mencegah  
  penyakit.

• Sebelum usia 2 tahun, janganlah memberikan anak Anda kacang-kacangan dan seafood
  atau makanan laut. 

• Di usia 2-5 tahun, Anda bisa memberikan makanan-makanan seperti nasi, pasta, sereal, roti gandum, brokoli, kembang kol, wortel, kentang, tomat, ubi, labu, sayuran hijau, apel, pisang, jeruk, strawberry, kiwi, semangka, daging sapi, ayam, ikan, tahu, dan tentu saja susu dan produk susu lainnya.

• Hindari memberikan gula yang terlalu banyak kepada balita karena gula membuat pankreas dan ginjalnya bekerja lebih keras dan bisa menyebabkan diabetes dan obesitas. Gantilah permen dan makanan manis dengan buah-buahan dan teh manis dengan jus buah yang tidak digulai. 

Tergantung dengan usia, aktivitas dan besarnya tubuh balita, mereka biasanya membutuhkan sekitar 1000 – 1400 kalori per hari. Setiap harinya, pastikan mereka memakan nasi (atau pasta, sereal, roti bagi yang tidak menyukai nasi), sayur-sayuran (pastikan yang lunak dan dimasak dengan benar agar mereka tidak tersedak), buah-buahan, susu, daging (sapi, ikan, ayam) dan kacang-kacangan. Mereka membutuhkan protein sebanyak 5-20% dari kalori setiap hari, karbohidrat sebanyak 45-65% dari kalori setiap hari (sekitar 130 mg), lemak total sebanyak 30-40% dari kalori setiap hari, sodium 1000 miligram sehari, serat 19 gram sehari dan kalsium sebesar 500 mg per hari. 
Selain dari makanan, Anda pun bisa memastikan mereka mendapatkan kebutuhan nutrisi mereka dengan meminum susu. Susu kaya akan nutrisi yang membantu pertumbuhan mereka, dan juga nutrisi yang bisa membantu perkembangan otak mereka. Dan untuk anak Anda yang susah makan, susu bisa membantu menambah nutrisi yang mereka tidak dapatkan dari makanan. Terutama yang terpenting bagi perkembangan balita Anda tentunya adalah gaya hidup sehat. Berikan contoh gaya hidup sehat baginya dan ia pun akan tumbuh sehat, kuat dan cerdas.

Balita

Bawah Lima Tahun atau sering disingkat sebagai Balita merupakan salah satu periode usia manusia setelah bayi sebelum anak awal. Rentang usia balita dimulai dari dua sampai dengan lima tahun,atau biasa digunakan perhitungan bulan yaitu usia 24-60 bulan. Periode usia ini disebut juga sebagai usia prasekolah.
 
Ciri khas perkembangan balita

Perkembangan fisik
Pertambahan berat badan menurun, terutama diawal balita. Hal ini terjadi karena balita memnggunakan banyak energi untuk bergerak.
Perkembangan psikologis 
Psikomotor

Terjadi perubahan yang cukup drastis dari kemampuan psikomotor balita yang mulai terampil dalam pergerakannya (lokomotion). Mulai melatih kemampuan motorik kasar misalnya berlari, memanjat, melompat, berguling, berjinjit, menggenggam, melempar yang berguna untuk mengelola keseimbangan tubuh dan mempertahankan rentang atensi.

Pada akhir periode balita kemampuan motorik halus anak juga mulai terlatih seperti meronce, menulis, menggambar, menggunakan gerakan pincer yaitu memegang benda dengan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari seperti memegang alat tulis atau mencubit serta memegang sendok dan menyuapkan makanan kemulutnya, mengikat tali sepatu.
 
Aturan
Pada masa balita adalah saatnya dilakukan latihan mengendalikan diri atau biasa disebut sebagai toilet training. Freud mengatakan bahwa pada usia ini individu mulai berlatih untuk mengikuti aturan melalui proses penahanan keinginan untuk membuang kotoran.
 
Kognitif
  • Pada periode usia ini pemahaman terhadap obyek telah lebih ajeg. Balita memahami bahwa obyek yang diaembunyikan masih tetap ada, dan akan mengetahui keberadaan obyek tersebut jika proses penyembunyian terlihat oleh mereka. Akan tetapi jika prose penghilangan obyek tidak terlihat, balita mengetahui benda tersebut masih ada, namun tidak mengetahui dengan tepat letak obyek tersebut. Balita akan mencari pada tempat terakhir ia melihat obyek tersebut. Oleh karena itu pada permainan sulap sederhana, balita masih kesulitan untuk membuat prediksi tempat persembunyian obyek sulap.
  • Kemampuan bahasa balita bertumbuh dengan pesat. Pada periode awal balita yaitu usia dua tahun kosa kata rata-rata balita adalah 50 kata, pada usia lima tahun telah menjadi diatas 1000 kosa kata. Pada usia tiga tahun balita mulai berbicara dengan kalimat sederhana berisi tiga kata dan mulai mempelajari tata bahasa dari bahasa ibunya.
    contoh kalimat
    Usia 24 bulan: "Haus, minum"
    Usia 36 bulan:"Aku haus minta minum"

 
Sosial dan individu

Pada periode usia ini balita mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial diluar keluarga, pada awal masa balita, bermain bersama berarti bersama-sama berada pada suatu tempat dengan sebaya, namun tidak bersama-sama dalam satu permainan interaktif. Pada akhir masa balita, bermain bersama berarti melakukan kegiatan bersama-sama dengan melibatkan aturan permainan dan pembagian peran.

Balita mulai memahami dirinya sebagai individu yang memiliki atribut tertentu seperti nama, jenis kelamin, mulai merasa berbeda dengan orang lain dilingkungannya. Mekanisme perkembangan ego yang drastis untuk membedakan dirinya dengan individu lain ditandai oleh kepemilikan yang tinggi terhadap barang pribadi maupun orang signifikannya sehingga pada usia ini balita sulit untuk dapat berbagi dengan orang lain.

Proses pembedaan diri dengan orang lain atau individuasi juga menyebabkan anak pada usia tiga atau empat tahun memasuki periode negativistik sebagai salah satu bentuk latihan untuk mandiri.
 
Pendidikan dan pengembangan


Cara belajar yang dilakukan pada usia prasekolah ini melalui bermain serta rangsang dari lingkungannya, terutama lingkungan rumah. Terdapat pula pendidikan di luar rumah yang melakukan kegiatan belajar lebih terprogram dan terstruktur, walau tidak selamanya lebih baik.
 
Bermain

  • Permainan peran, melatih kemampuan pemahaman sosial
    contoh: permainan sekolah, dokter-dokteran, ruman-rumahan dll
  • Permainan imajinasi melatih kemampuan kreativitas anak
  • Permainan motorik, melatih kemampuan motorik kasar dan halus.
    Motorik Kasar contoh: spider web, permainan palang, permainan keseimbangan dll
    Motorik halus: meronce, mewarnai, menyuap